Sabtu, 19 Maret 2011

DAFTAR DNS PERCEPAT KONEKSI INTERNET

Agan-agan pasti ingin mendapatkan koneksi internet yang cepat,,dan gak mau lama nunggu proses browsing yang lama,,dan ini adalah solusinya.


Daftar DNS Server Indonesia :

Indosat

  • 202.155.0.10
  • 202.155.0.15
  • 202.155.0.20
  • 202.155.0.25
  • 202.155.46.66
  • 202.155.46.77
  • 202.155.30.227

Telkom

  • 202.134.2.5
  • 203.130.196.5
  • 202.134.0.155
  • 202.134.1.10
  • 202.134.0.62
  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2
  • 202.155.30.227

AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia)

  • 203.142.83.200
  • 203.34.118.10 (primary)
  • 203.34.118.12 (secondary)

Sat.net.id

  • 202.149.82.25
  • 202.149.82.29

cbn.net.id

  • 202.158.40.1
  • 202.158.20.1
  • 202.158.3.7 (primary)
  • 202.158.3.6 (secondary)

indo.net.id

  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2

itb.ac.id

  • 202.249.24.65
  • 167.205.23.1
  • 167.205.22.123
  • 167.205.30.114

ukdw.ac.id

  • 222.124.22.18

Lintas Artha

  • 202.152.0.2 (primary)
  • 202.152.5.36 (secondary)

Singnet

  • 165.21.83.88

Nawala

  • 180.131.144.144
  • 180.131.145.145

Daftar DNS Luar indonesia :

ScrubIt

  • 67.138.54.100
  • 207.225.209.66

DNSadvantage

  • 156.154.70.1
  • 156.154.71.1

vnsc-pri.sys.gtei.net

  • 4.2.2.1
  • 4.2.2.2
  • 4.2.2.3
  • 4.2.2.4
  • 4.2.2.5
  • 4.2.2.6

Verizon (Reston, VA, US)

  • 151.197.0.38
  • 151.197.0.39
  • 151.202.0.84
  • 151.202.0.85
  • 151.202.0.85
  • 151.203.0.84
  • 151.203.0.85
  • 199.45.32.37
  • 199.45.32.38
  • 199.45.32.40
  • 199.45.32.43

GTE (Irving, TX, US)

  • 192.76.85.133
  • 206.124.64.1

One Connect IP (Albuquerque, NM, US)

  • 67.138.54.100

OpenDNS (San Francisco, CA, US)

  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220

Exetel (Sydney, AU)

  • 220.233.167.31

VRx Network Services (New York, NY, US)

  • 199.166.31.3

SpeakEasy (Seattle, WA, US)

  • 66.93.87.2
  • 216.231.41.2
  • 216.254.95.2
  • 64.81.45.2
  • 64.81.111.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 66.92.64.2
  • 66.92.224.2
  • 66.92.159.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.45.2
  • 216.27.175.2

Sprintlink (Overland Park, KS, US)

  • 199.2.252.10
  • 204.97.212.10
  • 204.117.214.10

Cisco (San Jose, CA, US)

  • 64.102.255.44
  • 128.107.241.185

Google DNS

  • 8.8.8.8 (Primary)
  • 8.8.4.4 (Secondary)
cara menggantinya :
1.  Klik show all connection
2.  Klik kanan pada koneksi yg pakai ==> properties
3. akan muncul gambar berikut
4. setelah selesai rasain bedanya

DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap mail exchange server yang menerima email untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet. Komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas pengalamatan dan penjaluran (routing), tapi manusia lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori diatas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di “dunia nyata”.
Sebuah contoh mungkin dapat memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang memerlukan pencarian alamat IP dari ariefew.com. Aplikasi tersebut bertanya ke DNS recursor lokal.
  • Sebelum dimulai, recursor harus mengetahui dimana dapat menemukan root nameserver; administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone (panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-alamt IP dari para server tersebut.
  • Proses dimulai oleh recursor yang bertanya kepada para root server tersebut – misalkan: server dengan alamat IP “198.41.0.4″ – pertanyaan “apakah alamat IP dari ariefew.com?”
  • Root server menjawab dengan sebuah delegasi, arti kasarnya: “Saya tidak tahu alamat IP dari ariefew.com, tapi saya “tahu” bahwa server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi tentang domain com.”
  • Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang sama seperti yang diberikan kepada root server. “apa alamat IP dari ariefew.com?”. (umumnya) akan didapatkan jawaban yang sejenis, “saya tidak tahu alamat dari ariefew.com, tapi saya “tahu” bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari domain ariefew.com.”
  • Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan.
Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).
Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache, resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS untuk informasi yang sama.
Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS tidak selalu efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh : Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host ariefew.com, kemudian mengganti alamat IP dari ariefew.com pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihat.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain
http://en.wikipedia.org/wiki/Domain_Name_System

 sumber : ariefew

Tidak ada komentar:

Posting Komentar